Posts tagged ‘puisi’

Me Vs Hati tanpa Dusta

Image

Hati ini ternyata tak mau juga berbohong..
Berlaku seolah kamu sudah tak ada..
Berlaku seolah kamu sudah tdk lagi menghuni hati ini..
Hati ini terlalu naif utk dengan mudah melupakan mu,

melepas bayang-bayangmu…
Ternyata hati ini tak juga bisa berbohong..
Semakin aku mncoba untuk menjauh..

Semakin kuat hati ini terikat pada bayang mu..

Walaupun rindu ini sepihak..

Namun hati ini tak perduli..
Hati ini tetap bersandar pada setiap kenangan manis yg pernah terjalin..

Bukan pada kebencian atau goresan luka..
Hati ini tak sanggup berbohong..

Hati ini tetap menginginkan mu..

Jakarta, 12 April 2013
written by “R” titip rindu untuk Dewi

Me Vs Senja

Image

Aku terpaku di pelukan senja,
Tatapannya meredup menghangatkan mataku.
Di tengah keriuhan aku sendirian meski tak sendiri

Dan kau duduk disisiku.
Meski tangan tak bersentuhan
Tapi hati terpaut begitu erat.

hangatnya hatimu menjalar melalui pembuluh nadiku

menjalar melalui  tawa dan tatapan yang tak pernah bisa kuartikan.
kebersamaan kita selalu jauh lebih indah dari rangkaian kata

bahkan romantisme semata, karena kau itu jauh dari  romantis.

Begitu banyak senja kita bersama.
Kau selalu disisiku, seperti mentari yang tak pernah lupa pulang ke pelukan laut.

Dan saat malam 

saat rembulan dan bintang datang,

Aku akan  tertidur damai dalam pelukanmu yang erat

Jakarta, 08 april 2013

 

Me Vs Detikku

Semilir angin menerpa telapak tangan…
Terasa hentakannya melawan arusku
Menikmati detik-detik perpisahan dalam kerinduan yang sangat Cantikku pudar termakan amarahku
Lukaku menguak tersobek kekejaman hatimu
Biar waktu membuktikan kemurnian cinta dengan bahasanya sendiri….
Bukan dalam bentuk kata dan laku semata….
Dan biar kebahagiaanmu menguat dan berdiri kokoh dalam tiap airmata yang kau urai dimataku

Jakarta, 28 Des 2012

Me Vs Pantai

Image

 

Deburan ombak dalam  birunya laut mempermainkan mataku,

Menghentikan suara lain selain dentumannya

Nyanyian air dan pasir… saat saling berkejaran menggapai bibir pantai…dan berpelukan erat dalam hampasan waktu

Jiwaku tenang…sesaat

Hantaman ombak yang tak hentinya menyentuh mata dan tubuh, melepaskan penat yang bertahta di seluruh sisi…

Kunikmati kebersamaan dengan sahabat, lelahnya perjalanan, melewati malam dalam canda, dan tertidur tenang di bibir pantai menikmati taburan bintang…

Aku lupa apa itu sedih, aku lupa apa itu luka.

Aku lupa bagaimana rasanya menahan beban, semua terurai dalam tawa dan senyum tanpa henti…

 

Jangan berakhir…aku ingin begini…tertidur diam dalam pelukan pantai dan tatapan bintang

 

Ujung Genteng, 19 Mei 2012

Me Vs Mengapa

Dalam sepinya hembusan malam
Serpihan riak sungai mengurai di pelupuk mata…

Aku hanya ingin mempercayaimu
Kala dunia menujukkan kekejamannya padamu

Aku begitu ingin mengusap airmatamu
Kala kesedihan berteman dengamu
Menjagamu kala waktu sakit itu datang
Dan menemanimu mengurai tawa bersama dalam hangatnya secangkir kopi di senja yang lelah
Tertidur di bibir pantai menatap langit bertabur bintang dan tertawa senang sambil berdoa agar aku bisa jadi belahan jiwamu yang melengkapimu dan memelukmu kala
Batu hidup menghujam padamu…

Adakah kau mengerti keinginan kecilku itu…
Dan tak membiarkanku menangis hanya karena tak mengertiku
Dengan pertanyaan Mengapa kau lukai hatiku…Image

Jakarta, 22 Juli 2012

%d blogger menyukai ini: