Dan di pagi yang cerah ini
Lagi lagi aku tak dapat menahan penatku
Dan punggung kecil inipun kembali menyelamatkanku
Entah apa dipikirannya
Seharusnya tak boleh tampak
Kepenatanku di mata mungilnya

Tetapi hanya punggung ini
Yang bisa memberiku sedikit ruang
Untuk sebuah kepedihan yang tertahan
Kepedihan yang ku tak tahu sebabnya

Dan saat matanya memandang
Dia seakan mengerti akan kesedihanku
Pelukannyapun menenangkan batinku
Entahlah….

Malaikat kecil ini seakan tahu
Bahwa senyumannya adalah penawar pedihku

Mungkin hati ini butuh udara
Agar dapat bernafas dengan nyaman
Mungkin jiwa ini butuh laut
Untuk sekedar bernyanyi

Inginnya kaki melangkah
Pergi seperti saat kaki hanya miikku sendiri
Namun begitu banyak
Rantai emas yang mengikat
Sehingga kaki tak berdaya
Entah sampai kapan beban ini sanggup kubawa…..