Me Vs Mu

Dia memelukku erat
Terlalu erat bahkan
Matanya tenang dalam tutur kata yang hangat
Tapi kurasakan jantungnya berdebar tak beraturan

aku begitu takut
kehilangan kehangatan yang dulu dan selalu jadi milikku
Pilihan ini begitu sulit
Saat bibirku berkata biarkan aku pergi
Hatiku terisak..

Pelukannya semakin erat
Dia mulai berkata
Aku begitu takut mendengar yang tak ingin kudengar

“Aku ada untukmu”
“Menemanimu sampai waktu yang memisahkan”

Dan tangisan yang tertahan itupun terburai
Dalam Pelukan erat dan cinta yang terpatri…..

Jakarta, 25 September 2012

Iklan

Me Vs Dustamu

Dan dusta itu kudengar lagi
Untuk kesekian kalinya
Dusta yang sama
Dusta yang dia tahu akan melukaiku…lagi…

Hatiku berbisik
“Intuisimu benar”
“Mampukah kau memaafkannya?”
“Layakkah airmata itu mengalir lagi untuknya?”

Benakku berbisik
“Hatimu lebih kuat dari yang kau duga”
“Airmata tidak boleh lagi untuknya”
“Maafkan dia dan biarkan aku menyimpannya seperti trauma”

Dan aku tersenyum
Dustamu tak mampu melukaiku
Karena disini, dihatiku, senyummu bukan lagi segalanya…

Jakarta, 01 Oktober 2012

Me Vs Senja ini…

Semilir angin senja menyentuh wajahku…
Keriuhan di luar sana tetap sama
Semuanya berjalan dengan alur yang sama..begitu nyata…

Samar kenangan itu meretas begitu nyata…

Jalan-jalan panjang yang penuh misteri…

Sudut2 indah yang terlewati karena mata yang saling berpadu…

Mengapa mata dan senyum itu menghilang….

mengapa keindahan itu harus tergantikan riak di sudut mata….

Lelah…saat kunikmati keriuhan ini…
Adakah kenangan ini juga bertahta di benakmu….atau hanya aku?

Kupejamkan mata dan kubenamkan keindahanmu…biar sakitnya menguatkanku….

 

Jakarta, 24 September 2012

Me Vs Pantai

Image

 

Deburan ombak dalam  birunya laut mempermainkan mataku,

Menghentikan suara lain selain dentumannya

Nyanyian air dan pasir… saat saling berkejaran menggapai bibir pantai…dan berpelukan erat dalam hampasan waktu

Jiwaku tenang…sesaat

Hantaman ombak yang tak hentinya menyentuh mata dan tubuh, melepaskan penat yang bertahta di seluruh sisi…

Kunikmati kebersamaan dengan sahabat, lelahnya perjalanan, melewati malam dalam canda, dan tertidur tenang di bibir pantai menikmati taburan bintang…

Aku lupa apa itu sedih, aku lupa apa itu luka.

Aku lupa bagaimana rasanya menahan beban, semua terurai dalam tawa dan senyum tanpa henti…

 

Jangan berakhir…aku ingin begini…tertidur diam dalam pelukan pantai dan tatapan bintang

 

Ujung Genteng, 19 Mei 2012

Me Vs Butuh Lebih…

Mencintaimu membutuhkan keberanian

Mencintaimu membutuhkan kekuatan
Menahan banyak tangis
Menahan banyak rindu
Menahan banyak amarah
Menahan banyak kekecewaan
Menahan banyak pandangan yang  melukai

Tapi dengan mencintaimu
Dan segaris senyummu
Duniaku bisa begitu indah
Dapatkah luka dan cinta ini bertahan
Berjalan berdampingan…

Entah sampai berapa lama…
Tahukah kau tak setiap hari aku kuat menahannya..

Kelak akan ada waktu,
Dimana aku akan berhenti memikirkanmu
Dimana aku akan berhenti memperdulikanmu
Dimana aku akan berhenti mencintaimu
Dan kau menjadi usang di hatiku
Mungkin saat itu kau baru menyadari
Cinta itu tak bisa setiap saat bisa kau miliki

 

Jakarta, 22 Juli 2012

Me Vs Sisi Liar

Image

 

Duduk dihadapan sahabat
Mencoba jujur tentang gilanya dunia yang kulakukan
Nakal, tak beraturan, melenceng
Aku hanya mencoba jujur
Membiarkan sisi liarku bicara
Membiarkan kebahagiaan duniawi kuraih

Dan yang kudengar
Kebingungan, kemarahan dan aturan keyakinan…
Tentang bagaimana hidup yang benar
Tentang bagaimana hidup itu seharusnya berjalan

Aku tersenyum,
Biarkan aku nakal sementara
Memuaskan sisi liarku
Agar aku bisa menikmati
Indahnya kembali menjadi lurus
Setelah dengan kejamnya hidup
Memutarbalikan duniaku dan menyimpangkan hidupku

Biarkan kuluapkan kemarahan ini
Pada tak adilnya hidup dengan membiarkan sisi liar menguasaiku…
Dan akan kunikmati detik-detik saat keyakinan hakiki memanggilku kembali….

 

Jakarta, 22 Juli 2012

Me Vs Mengapa

Dalam sepinya hembusan malam
Serpihan riak sungai mengurai di pelupuk mata…

Aku hanya ingin mempercayaimu
Kala dunia menujukkan kekejamannya padamu

Aku begitu ingin mengusap airmatamu
Kala kesedihan berteman dengamu
Menjagamu kala waktu sakit itu datang
Dan menemanimu mengurai tawa bersama dalam hangatnya secangkir kopi di senja yang lelah
Tertidur di bibir pantai menatap langit bertabur bintang dan tertawa senang sambil berdoa agar aku bisa jadi belahan jiwamu yang melengkapimu dan memelukmu kala
Batu hidup menghujam padamu…

Adakah kau mengerti keinginan kecilku itu…
Dan tak membiarkanku menangis hanya karena tak mengertiku
Dengan pertanyaan Mengapa kau lukai hatiku…Image

Jakarta, 22 Juli 2012

%d blogger menyukai ini: