Posts from the ‘new bee….’ Category

Me Vs Dustamu

Dan dusta itu kudengar lagi
Untuk kesekian kalinya
Dusta yang sama
Dusta yang dia tahu akan melukaiku…lagi…

Hatiku berbisik
“Intuisimu benar”
“Mampukah kau memaafkannya?”
“Layakkah airmata itu mengalir lagi untuknya?”

Benakku berbisik
“Hatimu lebih kuat dari yang kau duga”
“Airmata tidak boleh lagi untuknya”
“Maafkan dia dan biarkan aku menyimpannya seperti trauma”

Dan aku tersenyum
Dustamu tak mampu melukaiku
Karena disini, dihatiku, senyummu bukan lagi segalanya…

Jakarta, 01 Oktober 2012

Iklan

Me Vs Senja ini…

Semilir angin senja menyentuh wajahku…
Keriuhan di luar sana tetap sama
Semuanya berjalan dengan alur yang sama..begitu nyata…

Samar kenangan itu meretas begitu nyata…

Jalan-jalan panjang yang penuh misteri…

Sudut2 indah yang terlewati karena mata yang saling berpadu…

Mengapa mata dan senyum itu menghilang….

mengapa keindahan itu harus tergantikan riak di sudut mata….

Lelah…saat kunikmati keriuhan ini…
Adakah kenangan ini juga bertahta di benakmu….atau hanya aku?

Kupejamkan mata dan kubenamkan keindahanmu…biar sakitnya menguatkanku….

 

Jakarta, 24 September 2012

me vs Senandung cinta

Hmmm hmmm hmmm

Ingatkah kau senandung yang kubisikan di telingamu…

Dan kau bertanya…senandung apakah itu…dan biarkan saat ini kunyanyikan…

 

Aku menyayangimu

Aku mencintaimu

Kutepikan hatiku di hatimu

Kucintai kau dalam senyumanmu

Kucintai kau dalam amarahmu,

Dalam kekerasan hatimu dan Dalam kesabaranmu

Dalam kekuatanmu dan Dalam kelembutanmu

Dalam kekanak-kanakanmu dan ketidakdewasaanmu

Dalam ketakutanmu dan Dalam kekalutanmu

Dalam sakitmu dan dalam sehatmu…..

hmmm hmmm hmmm

kucintai kau dalam kesempurnaan dan kelemahanmu…

 

saat ku menatapmu…

kupandangi perpaduan mata lembut dan senyum yang sangat menyentuh

lalu kau berkata…..”sayang, rasakan setiap detak jantungku dan hembusan nafasku”…

airmataku selalu berlinang…

tangis bahagia karena aku yang kau pilih untuk kau cintai

tangis sedih karena takut kehilangan mata dan senyum itu…

dan sungguh kunikmati detakan jantungmu…

denyut nadimu…hembusan nafasmu…dan aroma tubuhmu…

 

hmmm hmmmh mmmmhh….

 

Aku belum pernah begitu mencintai seseorang

Mungkin Tuhan terlalu banyak melimpahkan cinta ini..

Mungkin terlalu banyak aroma tubuh yang memenuhi seluruh aliran darahku dan kepalaku..

 

Dan saat tangismu terurai…

Hatiku sakit…karena hanya tanganku yang mampu menghapusnya…

Tapi aku hanya bisa melihatmu menangis dan menangis

 

Adakah kau merasakan yang sama…..

Hmmm hmmm..hmmmm

Senandung ini kunyanyikan lagi…

Agar kau tahu yang tersimpan di lubuk hatiku…..

Biar kekuatan senandung ini meluruhkan dinding ketakutan yang kau bangun sendiri…

 

Dan kuberikan seluruh kebahagiaanku untuk kau miliki agar tangis yang terurai itu berhenti mengalir…

biarkan aku mati dalam kesedihan di saat kebahagiaanku berada dalam jiwamu…

 

Jakarta, 22 Desember 2011

Me Vs kemana keyakinan itu…

Saat  aku remuk redam tak berdaya

Kau datang membawa sebuah keyakinan

Keyakinan yang kau namakan keindahan, kebahagiaan, kepercayaan, keteguhan

Dan terangkai dalam satu kata….CINTA

 

Cinta abadi yang hanya keindahan..keindahan..keindahan…

Aku mengingatkanmu akan sejuta pengorbanan, perjuangan, jalan yang sulit, kerikil yang tajam

Dengan tersenyum dan mata memandang lembut dan tangan menggenggam erat

Tetap kau tanamkan keyakinan di hatiku….

Dan terhipnotis aku

Menganggukan kepala dan membiarkan hati hancur ini kau genggam

 

Kau benar…manisnya cintapun kau raih…kau rengkuh

kunikmati kau nikmati……

 

Tetapi ketika waktunya perjuangan dan pengorbanan itu tiba…

Kuselesaikan bagianku dan kaupun memperjuangkan bagianmu….

Tetapi ketika waktunya perjuangan dan pengorbanan itu tiba….

Kau hanya terdiam…menangis..meradang..merintih…dan senyummu hilang

Berganti amarah yang kau tumpahkan kepada diriku….

 

Ketidakmampuanmu kau ganti dengan jutaan kesalahanku…

Ku terima…kupeluk kau dalam amarahmu….kubiarkan kesalahanku kekuranganku

menjadi perisaimu      

 

sekarang aku yang menguatkanmu dan mengingatkanmu atas keyakinanmu sendiri

tapi kenapa kau hanya pasrah, diam, menyerah, meradang dan menangis…

 

dimanakah arjunaku…

yang menanam cinta di hatiku..

yang menuai asmara di dadaku

yang memberiku nafas saat jantung berhenti berdetak

 

mengapa ketika saatnya berjuang dan berkorban

kau memilih pergi…..

 

tidakkah kau tahu..

tidak setiap hari ada seseorang mencintaimu seperti aku mencintaimu…

mengapa kau ingkari amanah cinta yang Tuhan titipkan di hatimu

untuk mencintaiku…

 

aku disini..selalu akan disini menunggumu…

menunggumu memperjuangkan rahmat Tuhan

yang diamanahkan kepadamu…

 

Jakarta, 22 Desember 2011

Me Vs Berhenti di pelukanmu

Dan Aku kerap berdiri di persimpangan jalan
Menutup mataku untuk banyak kenyataan yang tak ingin lagi kulihat
Menutup telingaku untuk banyak kenyataan yang tak ingin lagi kudengar
Menutup mukaku untuk banyak luka yang tak ingin lagi kuhadapi
Menutup hatiku untuk banyak kenyataan yang tak mampu kupercayai lagi

Dan kau datang memelukku
Membuka mataku untuk sebuah keyakinan
Menutup telingaku dengan kata-kata cinta
Membuatku berani merentangakan tangan yang menutupi wajah
Memelukmu….berlindung di hatimu

Percaya dengan perkataanmu
Bahwa dirimu nyata
Bahwa kebahagiaan itu ada
Mulai percaya bahwa kau nyata, kau ada dank au ada dank au pasti ada……

Tapi seharusnya kau tahu…
Bahwa tubuh yang kau peluk ini penuh luka..
Bahwa hati yang kau rengkuh ini rapuh….
Karena terlalu lama berdiri di sini,,,
Menahan panasnya mentari…..menerima jutaan hujan…
Merasakan puluhan badai….
sampai tak bisa lagi membedakan mana hujan dan mana badai…
sampai tak bisa lagi membedakan mana panasnya mentari dan mana dinginnya malam…
Namun aku masih tetap mampu berdiri tegak disini menahan semuanya..dengan satu keyakinan
Akan ada seseorang seperti dirimu yang datang melindungiku

Lalu apakah semua luka diluar keinginanku ini
lantas membuatmu berhenti memelukku
Tidakkah kau berpikir
bahwa pelukanmu pasti mampu menyembuhkan luka ditubuhku
bahwa hangatnya tubuhmu pasti mampu menguatkan rapuh di hatiku
bahwa keyakinanmu akan menguatkan hatiku bahwa kebahagiaan itu sungguh ada

Kalau aku yang mati rasa ini mampu mempercayaimu
Kalau Tuhan saja sudah mengarahkan matamu kepadaku
Kenapa kau tak mampu mempercayaiku bahwa aku mampu menjadi yang kauharapkan
Bahwa aku kuat bertahan disini dan pasti mampu juga membuatmu kuat…
Aku hanya butuh waktu untuk mampu merasakan lagi..
Bagaimana hangatnya mentari, bagaimana basahnya hujan, dan bagaimana rasanya hembusan angin

Aku membutuhkanmu…
setelah dengan berani kau memelukku
Setelah dengan penuh keyakinan kau bisikan cinta dihatiku
Dan aku dengan penuh keyakinan juga berani merentangankan tanganku untuk membalas memelukmu….

Jakarta, 21 Mei 2011

Me Vs impian belaka…

kau meyakinkanku tentang indahnya dunia di luar sana.
Tentang indahnya kicauan burung pagi,
Tentang sejuknya embun pagi.

Namun aku takut untuk melangkah
karena pernah saat berada di luar,
Dunia begitu kejam padaku.

Aku merasa tempat teraman adalah dalam rumah kaca ini.
Aku bisa melihat tanpa terluka.
Namun dia datang untuk melindungiku.
Matanya tertanam di hatinya.
Tubuhku terengkuh dalam pelukannya.

Meski pelukannya yang erat meremukan tubuhku,
Meski karena dalam rengkuhannya matanya tak sampai melihat mataku yang menahan sakit karena pelukannya.
Tapi saat ini sungguh hanya dia yang mau memberikan tubuhnya untuk melindungi diriku.

Kau berdiri di luar kaca pelindungku.
Meski matamu melihat yang terjadi padaku,
Meski telingamu mampu mendengar pekikan hatiku
Dan meski kau berteriak, duniamu di luar sana lebih indah,
Pada akhirnya hanya dia yang sungguh memberikan dirinya.
Hanya dia yang berani mengatakan dan memintaku
untuk berada di sisinya.

Bukan hanya impian dan angan belaka.

Jakarta, 28 Maret 2011

Me Vs Berhenti di Matamu

Aku berhenti di matamu.
Mata yang tiba-tiba menyeruak diantara banyak mata yang menghujaniku.
Mata ini memandangku dengan manis.
Melompat-lompat diantara kerumunan.
Nyaris luput.

Harusnya tak terlihat olehku.
Tetapi kali ini memaksaku untuk merengkuhnya.

Aku mulai menatapmu.
senyuman tulus yang selalu menyertai mata itu beriringan dengan tutur kata yang sangat lembut.
Wajah yang menarik seakan melengkapi segalanya.

Dan kali ini aku menatapmu lagi.
Tak bisa lepas.

Aku mulai menyukai caramu mengagumi pandanganku,
Aku mulai menyukai caramu membuatku tersenyum.
Aku menyukai segala kesederhanaanmu.

Mungkin sebaiknya aku menundukkan pandanganku agar kau bisa bebas memandang dan menikmati debaranmu sendiri.
Semoga mata itu hanya akan memandang padaku.
Meski hati sedingin es juga yang justru akan mematikan matamu,
jika kau berdiri terlalu dekat…

%d blogger menyukai ini: