Image

Aku terpaku di pelukan senja,
Tatapannya meredup menghangatkan mataku.
Di tengah keriuhan aku sendirian meski tak sendiri

Dan kau duduk disisiku.
Meski tangan tak bersentuhan
Tapi hati terpaut begitu erat.

hangatnya hatimu menjalar melalui pembuluh nadiku

menjalar melalui  tawa dan tatapan yang tak pernah bisa kuartikan.
kebersamaan kita selalu jauh lebih indah dari rangkaian kata

bahkan romantisme semata, karena kau itu jauh dari  romantis.

Begitu banyak senja kita bersama.
Kau selalu disisiku, seperti mentari yang tak pernah lupa pulang ke pelukan laut.

Dan saat malam 

saat rembulan dan bintang datang,

Aku akan  tertidur damai dalam pelukanmu yang erat

Jakarta, 08 april 2013

 

Iklan