Dan dusta itu kudengar lagi
Untuk kesekian kalinya
Dusta yang sama
Dusta yang dia tahu akan melukaiku…lagi…

Hatiku berbisik
“Intuisimu benar”
“Mampukah kau memaafkannya?”
“Layakkah airmata itu mengalir lagi untuknya?”

Benakku berbisik
“Hatimu lebih kuat dari yang kau duga”
“Airmata tidak boleh lagi untuknya”
“Maafkan dia dan biarkan aku menyimpannya seperti trauma”

Dan aku tersenyum
Dustamu tak mampu melukaiku
Karena disini, dihatiku, senyummu bukan lagi segalanya…

Jakarta, 01 Oktober 2012

Iklan