Kau mengatakan yang kau pikirkan dan yang kau lihat dalam kilatan matamu
Kau mengurai yang kau rasakan dalam untaian kata dan tak kupungkiri kebenarannya…

Tanpa kau katakanpun itulah yang lama tertanam di hatiku
Kau berkata tentang kenyataan yang telah kupeluk sekian lama
Ketika semua kesalahan dan hujatan terangkai lugas dalam tiap katamu,
Aku hanya bisa terdiam, menyembunyikan tangis yang kupendam bertahun-tahun lamanya,

Apa yang kau lihat hari ini adalah ¬†caraku untuk bertahan dikala ingin berlari pergi menjauh…andai kaki ini mampu untuk berlari dan hati ini mampu tak peduli, pasti tak kudengar duga dan sangka yang hanya jadi milikku seorang…pasti tangis itu tak perlu beriak disudut mataku, pasti senyum itu selalu menghiasi wajahku…

Tak kusalahkan waktu, tak kusalahkan keadaan, tak kusalahkan semua duga yg sungguhnya bukan milikku seorang, apa yang kau lihat hanya sebuah reaksi diujung kemampuanku bertahan….

Aku tetap hanya akan diam, dan membiarkan kau berpikir sesuai yang ingin kau pikirkan dan yang ingin kulihat, sungguh aku tak akan menangis dan akan bahagia andai hati ini mampu mengeras tak peduli ……..

andai….andai….andai….

 

Jakarta, 14 Mei 2012