Saat  aku remuk redam tak berdaya

Kau datang membawa sebuah keyakinan

Keyakinan yang kau namakan keindahan, kebahagiaan, kepercayaan, keteguhan

Dan terangkai dalam satu kata….CINTA

 

Cinta abadi yang hanya keindahan..keindahan..keindahan…

Aku mengingatkanmu akan sejuta pengorbanan, perjuangan, jalan yang sulit, kerikil yang tajam

Dengan tersenyum dan mata memandang lembut dan tangan menggenggam erat

Tetap kau tanamkan keyakinan di hatiku….

Dan terhipnotis aku

Menganggukan kepala dan membiarkan hati hancur ini kau genggam

 

Kau benar…manisnya cintapun kau raih…kau rengkuh

kunikmati kau nikmati……

 

Tetapi ketika waktunya perjuangan dan pengorbanan itu tiba…

Kuselesaikan bagianku dan kaupun memperjuangkan bagianmu….

Tetapi ketika waktunya perjuangan dan pengorbanan itu tiba….

Kau hanya terdiam…menangis..meradang..merintih…dan senyummu hilang

Berganti amarah yang kau tumpahkan kepada diriku….

 

Ketidakmampuanmu kau ganti dengan jutaan kesalahanku…

Ku terima…kupeluk kau dalam amarahmu….kubiarkan kesalahanku kekuranganku

menjadi perisaimu      

 

sekarang aku yang menguatkanmu dan mengingatkanmu atas keyakinanmu sendiri

tapi kenapa kau hanya pasrah, diam, menyerah, meradang dan menangis…

 

dimanakah arjunaku…

yang menanam cinta di hatiku..

yang menuai asmara di dadaku

yang memberiku nafas saat jantung berhenti berdetak

 

mengapa ketika saatnya berjuang dan berkorban

kau memilih pergi…..

 

tidakkah kau tahu..

tidak setiap hari ada seseorang mencintaimu seperti aku mencintaimu…

mengapa kau ingkari amanah cinta yang Tuhan titipkan di hatimu

untuk mencintaiku…

 

aku disini..selalu akan disini menunggumu…

menunggumu memperjuangkan rahmat Tuhan

yang diamanahkan kepadamu…

 

Jakarta, 22 Desember 2011

Iklan