Hmmm hmmm hmmm

Ingatkah kau senandung yang kubisikan di telingamu…

Dan kau bertanya…senandung apakah itu…dan biarkan saat ini kunyanyikan…

 

Aku menyayangimu

Aku mencintaimu

Kutepikan hatiku di hatimu

Kucintai kau dalam senyumanmu

Kucintai kau dalam amarahmu,

Dalam kekerasan hatimu dan Dalam kesabaranmu

Dalam kekuatanmu dan Dalam kelembutanmu

Dalam kekanak-kanakanmu dan ketidakdewasaanmu

Dalam ketakutanmu dan Dalam kekalutanmu

Dalam sakitmu dan dalam sehatmu…..

hmmm hmmm hmmm

kucintai kau dalam kesempurnaan dan kelemahanmu…

 

saat ku menatapmu…

kupandangi perpaduan mata lembut dan senyum yang sangat menyentuh

lalu kau berkata…..”sayang, rasakan setiap detak jantungku dan hembusan nafasku”…

airmataku selalu berlinang…

tangis bahagia karena aku yang kau pilih untuk kau cintai

tangis sedih karena takut kehilangan mata dan senyum itu…

dan sungguh kunikmati detakan jantungmu…

denyut nadimu…hembusan nafasmu…dan aroma tubuhmu…

 

hmmm hmmmh mmmmhh….

 

Aku belum pernah begitu mencintai seseorang

Mungkin Tuhan terlalu banyak melimpahkan cinta ini..

Mungkin terlalu banyak aroma tubuh yang memenuhi seluruh aliran darahku dan kepalaku..

 

Dan saat tangismu terurai…

Hatiku sakit…karena hanya tanganku yang mampu menghapusnya…

Tapi aku hanya bisa melihatmu menangis dan menangis

 

Adakah kau merasakan yang sama…..

Hmmm hmmm..hmmmm

Senandung ini kunyanyikan lagi…

Agar kau tahu yang tersimpan di lubuk hatiku…..

Biar kekuatan senandung ini meluruhkan dinding ketakutan yang kau bangun sendiri…

 

Dan kuberikan seluruh kebahagiaanku untuk kau miliki agar tangis yang terurai itu berhenti mengalir…

biarkan aku mati dalam kesedihan di saat kebahagiaanku berada dalam jiwamu…

 

Jakarta, 22 Desember 2011

Iklan