Archive for Desember, 2011

Me vs Kalut

Tahukah engkau rasanya ketika  harus tersenyum

dikala hati menangis dilanda kekalutan…..

 

Saat malam berwajah mendung…..

Berhadapan denganmu membuat senyum ini mengembang perlahan…

Sesaat ku dengar kekalutanmu, amarahmu, ketakutanmu…

 

Aku tertunduk dengan perasaan bersalah tak tertahankan

Aku selalu menjadi kemarahanmu

Aku selalu menjadi kekalutanmu

 

Adakah mencintaiku menjadi bebanmu

Adakah keinginanku untuk sebuah cinta dan pengakuan

Selalu mampu menyulutkan amarahmu….

 

Sebuah akhir yang telah tanamkan dalam pikiranku

Membuatku terdiam…..

Haruskan aku kembali berlari….

Menuju pantai… menjerit sepuasku…melempar apapun ke samudera

Berteriak ke langit….

 

Sesaat hujanpun turun…..

Entah kenapa setiap hujan di hatiku,

Langit akan menurunkan hujan yang sama…

Adakah dia ingin menyembunyikan tangisku

Atau langit ingin menemaniku….

 

Aku sudah merasa tak berguna saat kau melihat aku lemah tak berdaya….

Meski hanya pelukan yang selalu mampu membuatku tegar kembali…

 

Tapi kalau selalu kemarahan yang bertahta di hatimu

Saat kegalauanmu bertemu dengan hasratku…

Biarkan lah aku berlari lagi ke samudera dan tenggelam

Dalam ombak yang akan memakan raga dan jiwaku…..

 

27 Des 2011

me vs Senandung cinta

Hmmm hmmm hmmm

Ingatkah kau senandung yang kubisikan di telingamu…

Dan kau bertanya…senandung apakah itu…dan biarkan saat ini kunyanyikan…

 

Aku menyayangimu

Aku mencintaimu

Kutepikan hatiku di hatimu

Kucintai kau dalam senyumanmu

Kucintai kau dalam amarahmu,

Dalam kekerasan hatimu dan Dalam kesabaranmu

Dalam kekuatanmu dan Dalam kelembutanmu

Dalam kekanak-kanakanmu dan ketidakdewasaanmu

Dalam ketakutanmu dan Dalam kekalutanmu

Dalam sakitmu dan dalam sehatmu…..

hmmm hmmm hmmm

kucintai kau dalam kesempurnaan dan kelemahanmu…

 

saat ku menatapmu…

kupandangi perpaduan mata lembut dan senyum yang sangat menyentuh

lalu kau berkata…..”sayang, rasakan setiap detak jantungku dan hembusan nafasku”…

airmataku selalu berlinang…

tangis bahagia karena aku yang kau pilih untuk kau cintai

tangis sedih karena takut kehilangan mata dan senyum itu…

dan sungguh kunikmati detakan jantungmu…

denyut nadimu…hembusan nafasmu…dan aroma tubuhmu…

 

hmmm hmmmh mmmmhh….

 

Aku belum pernah begitu mencintai seseorang

Mungkin Tuhan terlalu banyak melimpahkan cinta ini..

Mungkin terlalu banyak aroma tubuh yang memenuhi seluruh aliran darahku dan kepalaku..

 

Dan saat tangismu terurai…

Hatiku sakit…karena hanya tanganku yang mampu menghapusnya…

Tapi aku hanya bisa melihatmu menangis dan menangis

 

Adakah kau merasakan yang sama…..

Hmmm hmmm..hmmmm

Senandung ini kunyanyikan lagi…

Agar kau tahu yang tersimpan di lubuk hatiku…..

Biar kekuatan senandung ini meluruhkan dinding ketakutan yang kau bangun sendiri…

 

Dan kuberikan seluruh kebahagiaanku untuk kau miliki agar tangis yang terurai itu berhenti mengalir…

biarkan aku mati dalam kesedihan di saat kebahagiaanku berada dalam jiwamu…

 

Jakarta, 22 Desember 2011

Me Vs kemana keyakinan itu…

Saat  aku remuk redam tak berdaya

Kau datang membawa sebuah keyakinan

Keyakinan yang kau namakan keindahan, kebahagiaan, kepercayaan, keteguhan

Dan terangkai dalam satu kata….CINTA

 

Cinta abadi yang hanya keindahan..keindahan..keindahan…

Aku mengingatkanmu akan sejuta pengorbanan, perjuangan, jalan yang sulit, kerikil yang tajam

Dengan tersenyum dan mata memandang lembut dan tangan menggenggam erat

Tetap kau tanamkan keyakinan di hatiku….

Dan terhipnotis aku

Menganggukan kepala dan membiarkan hati hancur ini kau genggam

 

Kau benar…manisnya cintapun kau raih…kau rengkuh

kunikmati kau nikmati……

 

Tetapi ketika waktunya perjuangan dan pengorbanan itu tiba…

Kuselesaikan bagianku dan kaupun memperjuangkan bagianmu….

Tetapi ketika waktunya perjuangan dan pengorbanan itu tiba….

Kau hanya terdiam…menangis..meradang..merintih…dan senyummu hilang

Berganti amarah yang kau tumpahkan kepada diriku….

 

Ketidakmampuanmu kau ganti dengan jutaan kesalahanku…

Ku terima…kupeluk kau dalam amarahmu….kubiarkan kesalahanku kekuranganku

menjadi perisaimu      

 

sekarang aku yang menguatkanmu dan mengingatkanmu atas keyakinanmu sendiri

tapi kenapa kau hanya pasrah, diam, menyerah, meradang dan menangis…

 

dimanakah arjunaku…

yang menanam cinta di hatiku..

yang menuai asmara di dadaku

yang memberiku nafas saat jantung berhenti berdetak

 

mengapa ketika saatnya berjuang dan berkorban

kau memilih pergi…..

 

tidakkah kau tahu..

tidak setiap hari ada seseorang mencintaimu seperti aku mencintaimu…

mengapa kau ingkari amanah cinta yang Tuhan titipkan di hatimu

untuk mencintaiku…

 

aku disini..selalu akan disini menunggumu…

menunggumu memperjuangkan rahmat Tuhan

yang diamanahkan kepadamu…

 

Jakarta, 22 Desember 2011

Me Vs Kembali berhenti di matamu

Ingatkah kau saat matamu berhenti dimataku…..

Dan tangan Tuhan menyentuh wajahku untuk memalingkannya ke wajahmu..

Memandangmu…

Dan telunjuk Tuhan memberikan rahmat cinta yang kausebut chemistry…

 

Melalui mata dan senyumanmu…

Kau yakinkan aku tentang indahnya hidup,

Tentang indahnya dunia

Indahnya sebuah kebersamaan

Indahnya kehidupan

Nikmatnya kasih sayang

Dan janjimu untuk menggenggam tanganku…..

Ditengah mahalnya sebuah kebahagiaan…

 

Tapi…ingat jugakah engkau…

Saat dua hati ini menyatu, begitu banyak dinamika, gejolak, persamaan, perbedaan yang harus diurai…

Begitu banyaknya pertentangan dari dunia yang menemani kita di pantai kehidupan..

Sampai di suatu malam yang sunyi kita duduk berdampingan dengan tangisan tertahan…

melihat mobil lalu lalang tak perduli…

Tapi bukan kematian cinta….yang terjadi.

Tangan Tuhan kembali menunjuk…..

Memberi kehidupan baru yang mulai terbuka…

 

Saat semua mereda indahnya cinta bicara…

Semakin sulit jalannya…

tangan kita justru semakin erat berpegangan…

agar tidak terpisah dan saling menguatkan…

 

Lautan  indah yang kita sebrangi menuju jembatan cinta…

Berpegangan tangan erat saat mendaki gunung untuk melihat puncak yang indah

Menjelajah daratan untuk sebuah perjalanan indah

Menjelajah pantai untuk duduk bersama menatap matahari terbenam

Menembus awan malam dengan tangan saling menggenggam…

semua terangkai manis dalam jutaan tawa

 

Tersatukan raga hati pikiran dalam pelukan hangat..

Membuat bibirku ingin selalu berucap aku mencintaimu…

Membuat hatiku ingin selalu berucap aku ingin selalu membahagiakanmu

Dan membiarkan kesempurnaaan dan kekuranganmu menyempurnakan hidupku….

 

Tuhan,

Izinkan tanganmu bicara lagi…

Izinkan raga ini menemaninya

Izinkan hati ini bersemayam dihatinya…

Izinkan hatinya menjadi raja di hatiku..

 

Agar saat sepi hati kami kami ramai bicara

Agar kebun impian kami

Atau pesisir pantai indah…

 dapat menjadi rumah indah untuk hati kami yang tersenyum…

 

Jakarta, 11 Desember 2011

 

Me Vs Destiny

Kembali kudengar lagi suara-suara….

“Kita tidak akan bisa bersama”

 

Aku terdiam…

Terbayang senyumanmu…tawamu..candamu..manjamu…

Dan haruskah aku kehilangan senyuman dan mata hangat itu….

 

Mungkin aku masih mampu sekuat karang…..

mungkin…

Mungkin aku sadar takdirku sendiri…

pasti…

bahwa aku hanya akan selalu sendiri…

 

Mungkin aku masih meyakini takdirku lagi..

Bahwa kebahagiaanku tak boleh bertahta lama dalam genggamanku…

 

Tapi kehilanganmu pasti akan membuatku hancur tak bersisa

Dan tak sanggup bangkit lagi….

 

Aku terdiam…

Akankah kau merasakan hal yang sama

Kala perpisahan itu datang…

Mampukah kau meyakinkan dunia

seperti saat kau meyakinkanku untuk berhenti di matamu…

Untuk bersemayan di hatimu

 

Aku terdiam

Mencoba melawan takdirku sendiri..

 

Dan aku menangis…

Tapi Kubiarkan dan tetap kupercayakan

takdirku, harapanku, impianku, keinginanku, cintaku untuk menyatu dalam tanganmu

dan menggantungkannya dalam keberanianmu memperjuangkan cinta ini…

 

 

Namun jika ternyata takdirkulah yang kembali menang….

 

Tuhan,

Ambillah dan berikanlah seluruh kebahagiaan yang kumiliki…

Agar senyumannya tetap indah

Agar dunianya tetap berseri…

 

Meski aku tak bisa berada disisinya, menemaninya..

Merajut impian manis di kebun indah di kaki gunung…

Atau memandang matahari terbenam di tepi pantai…

sampai maut yang memisahkan, bukan manusia atau hati semata yang memisahkan…

Kembalikanlah dunianya yang indah…….

 

Jakarta, 11-12-2001

%d blogger menyukai ini: