Dan Aku kerap berdiri di persimpangan jalan
Menutup mataku untuk banyak kenyataan yang tak ingin lagi kulihat
Menutup telingaku untuk banyak kenyataan yang tak ingin lagi kudengar
Menutup mukaku untuk banyak luka yang tak ingin lagi kuhadapi
Menutup hatiku untuk banyak kenyataan yang tak mampu kupercayai lagi

Dan kau datang memelukku
Membuka mataku untuk sebuah keyakinan
Menutup telingaku dengan kata-kata cinta
Membuatku berani merentangakan tangan yang menutupi wajah
Memelukmu….berlindung di hatimu

Percaya dengan perkataanmu
Bahwa dirimu nyata
Bahwa kebahagiaan itu ada
Mulai percaya bahwa kau nyata, kau ada dank au ada dank au pasti ada……

Tapi seharusnya kau tahu…
Bahwa tubuh yang kau peluk ini penuh luka..
Bahwa hati yang kau rengkuh ini rapuh….
Karena terlalu lama berdiri di sini,,,
Menahan panasnya mentari…..menerima jutaan hujan…
Merasakan puluhan badai….
sampai tak bisa lagi membedakan mana hujan dan mana badai…
sampai tak bisa lagi membedakan mana panasnya mentari dan mana dinginnya malam…
Namun aku masih tetap mampu berdiri tegak disini menahan semuanya..dengan satu keyakinan
Akan ada seseorang seperti dirimu yang datang melindungiku

Lalu apakah semua luka diluar keinginanku ini
lantas membuatmu berhenti memelukku
Tidakkah kau berpikir
bahwa pelukanmu pasti mampu menyembuhkan luka ditubuhku
bahwa hangatnya tubuhmu pasti mampu menguatkan rapuh di hatiku
bahwa keyakinanmu akan menguatkan hatiku bahwa kebahagiaan itu sungguh ada

Kalau aku yang mati rasa ini mampu mempercayaimu
Kalau Tuhan saja sudah mengarahkan matamu kepadaku
Kenapa kau tak mampu mempercayaiku bahwa aku mampu menjadi yang kauharapkan
Bahwa aku kuat bertahan disini dan pasti mampu juga membuatmu kuat…
Aku hanya butuh waktu untuk mampu merasakan lagi..
Bagaimana hangatnya mentari, bagaimana basahnya hujan, dan bagaimana rasanya hembusan angin

Aku membutuhkanmu…
setelah dengan berani kau memelukku
Setelah dengan penuh keyakinan kau bisikan cinta dihatiku
Dan aku dengan penuh keyakinan juga berani merentangankan tanganku untuk membalas memelukmu….

Jakarta, 21 Mei 2011

Iklan