Mencintainya adalah kebahagiaan yang dulu selalu bersemayam

Saat dia menyakitiku dengan pelukan yang terlalu erat,

aku menangis sejadi-jadinya dangan hati yang sakit, se sakit sakitnya.

Mencintai dan menjaganya adalah kebutuhan jiwaku

bahkan saat dia menodainya. Aku tetap mencintainya

meskipun hatikuĀ  berkata untuk terus mencintainya,

jiwa dan ragaku tetap berlalu dengan noda yang tertoreh

Dan malam itu,

saat melihat dirinya berlalu,

punggungnya seakan memanggilku untuk berlari kepadanya

menatap seseorang yang pada suatu waktu dulu

pernah kutitipkan nyawaku padanya

matakupun menyemburkan mata air yang tak sanggup kubendung

kebaikan dan ketulusan yang masih tetap kurasakan terus memaksaku berpikir….

penyesalan karena kemarahan dulu menyeruak

memadamkan kebencian yang dulu entah datang dari mana

ribuan impian dulu kembali terurai

semoga kebahagiaan hanya akan menjadi milikmu

dan biar semua duka itu menjadi milikku.

jakarta, 28 Jan 2010

Iklan