Saat hendak melangkahkan kaki

Yang terakhir terdengar hanya suara indahmu

Yang terbayang hanya senyuman manis dibibir mungil itu

Sejenak terpikir untuk berhenti dan melangkah menuju dirimu

Guna memuaskan asa dan cita yang terbenam dalam diri

Ku bawa serta dirimu dalam dihatiku

Dalam pikiranku selalu terlintas wajah itu

Menemani tiap butiran oksigen yang masuk dalam otak

Berat langkah kakiku

Seluruh kucuran keringan di tubuhku

Panasnya terik matahari membakar kulitku

Dinginnya angin malam menusuk tulang

Sekejab saja hilang saat kubayangkan dirimu disampingku

Ku coba tetap melangkah demi melengkapi puisi ini

Allah telah menciptkan keindahan di tanah ini

Tetapi terasa kurang lengkap bagiku bila kau tak bersamaku

Saat kulihat padang rumput yang terhampar luas disekelilingku

Kubayangkan keindahan tubuhmu

Saat ku melewati padang bunga edelweis dibelai oleh kabut tipis

Kubaya ngkan senyuman manis dibibir lembut itu

Tak terasa puncak yang ku impikan itu tinggal beberapa langkah didepanku

Tetapi tetap ku bayangkan wajah manismu ditepi puncak itu

Kau terus mengiringiku kemanapun aku melangkah

Takkan terpuaskan asa dan citaku tanpa dirimu dihatiku

Iklan