Archive for Juli, 2008

Me Vs Keteguhan hati

Kurasakan kekuatirannya
Kurasakan kebingungan dan ketakutannya
Atas apa yang diluar kemampuannya menahan

Kesabarannya terus diuji
Keteguhan hatinya diusik lagi
Entah apa yang diinginkan alam darinya

Ketangguhan hatinya terus diuji
Entah apa lagi yang diinginkan takdir darinya

Meski kuyakini ini yang terbaik
Kuharap si teguh ini terangkat dari
Keinginan hidup dan alam yang kejam padanya

Juli 2008

Iklan

Me VS Tegar

Sejak hari itu

Cahayanyapun perlahan meredup

bibir yang selalu mengembangkan

Senyum memikatnyapun hanya terdiam di sana

Dia sendiri di tengah keramaian

Dia begitu rapuh

Meskipun kekokohan masih bentuk yang nyata

Perlahan lahan jiwanya

Karam dikikis air mata

Yang dulu tak pernah runtuh

Meski kejamnya hidup menyapa

Meski begitu

Orang tetap merasa nyaman bersamanya

Merasa punya ruang untuk secercah kisah hidup

Meski kabut menaunginya

Dia tetap akan berdiri kokoh

Dan keramaian tetap akan memeluknya

Meski air mata tak henti mengikis kebahagiaannya

Meski tak pernah ada ruang yang bisa menyamankannya.

Me VS Penat

Dan di pagi yang cerah ini
Lagi lagi aku tak dapat menahan penatku
Dan punggung kecil inipun kembali menyelamatkanku
Entah apa dipikirannya
Seharusnya tak boleh tampak
Kepenatanku di mata mungilnya

Tetapi hanya punggung ini
Yang bisa memberiku sedikit ruang
Untuk sebuah kepedihan yang tertahan
Kepedihan yang ku tak tahu sebabnya

Dan saat matanya memandang
Dia seakan mengerti akan kesedihanku
Pelukannyapun menenangkan batinku
Entahlah….

Malaikat kecil ini seakan tahu
Bahwa senyumannya adalah penawar pedihku

Mungkin hati ini butuh udara
Agar dapat bernafas dengan nyaman
Mungkin jiwa ini butuh laut
Untuk sekedar bernyanyi

Inginnya kaki melangkah
Pergi seperti saat kaki hanya miikku sendiri
Namun begitu banyak
Rantai emas yang mengikat
Sehingga kaki tak berdaya
Entah sampai kapan beban ini sanggup kubawa…..

Me VS Malam Selepas Senja

Malam selepas senja

Seperti biasa

Tak ada yang istimewa

Sendiri kaki melangkah

Menyusur jalan menembus malam

Seberangi jembatan dan mematung di tepi jalan

Menunggu jemputan melangkah pulang

Tak ada yang istimewa

Yang dinanti datang

Kaki melangkah masuk

Hawa pengap menyusup

Seperti biasa

Ruang padat udara pengap

Sesak

Sesekali penghibur jalanan bersenandung

Nada nada terpetik

Ah…seperti biasanya

Bangku kosongpun memanggil

Lepas kelelahan berdiri

Dan senandungpun terdengar jelas

Kutatap 3 penyanyi jalanan itu

Gitar, gendang dan ….biola

Jarang sekali kulihat biola menyerta dalam konser jalanan ini

Nada demi nadapun dimainkan

Nyaman terdengar

Gesekan biola yang mengiring

Memberikan rasa yang sangat nyaman

Suara penyanyipun empuk terdengar

Beda dari biasanya

Lagunyapun tak pernah kudengar

Semilir angin menambah nikmatnya suasana

Sesaat melanutkan kenangan demi kenangan lama

Yang slalu tersimpan rapi

Mereka lebih menghibur

Daripada diva bahkan king sekalipun

Ujung jalan tlah di depan mata

Berat tubuh ini tuk berdiri

Kuharap lain waktu

Aku bisa mendengar lagi irama irama ini…..

Terutama gesekan biola itu…….

Bis,24 Mei 2007

Me Vs Mata Bocah

Sentuhan lembut itu memaksaku untuk menoleh

Dan kutemukan tatapan sendu disana

Wajah mungil dalam balutan baju dan kerudung hijau muda

Menadahkan tangan mungilnya untuk banyak harapan

Atau hanya untuk satu harapan

Tapi wajah bulat lembut itu….

Kugelengkan kepalaku

Keterlaluan….hatiku memaki

Anak sekecil ini harus memandang dunia dengan mata kecilnya

Yang tak terjangkau

Kupandang jalanan ramai dihadapanku

Telah ribuan wajah kulihat yang seperti ini

Wajah dusta pandir berlapis kemiskinan

Setelah menembang syair

Atau menggumam tentang kejamnya hidup

Satu keinginan terkuak….tanpa rasa syukur sedikitpun yang membuat hati luluh

Tak ingin kuberi

Tak ingin kupelihara dusta dusta ini

Aku tak mau merusak satu generasi ini

Tapi wajah bulat lembut itu…..

Mataku tertumpu pada lelaki tua

Dibelakang si mungil ini

Berjalan perlahan dengan tumpuan tongkat tua yang usang

Akupun tertunduk

Nurani baikku berseru

Untuk memberinya banyak harapan

Bukan hanya satu harapan

Sesaat tatapanku bertabrakan lagi dengan wajah mungil bulat itu

Entahlah tatapannya aneh

Mungkin dia mendengar gema nurani baikku

Sambil melangkah dia kembali menatapku

Ini yang ketiga kalinya

Ada sensasi aneh dalam tatapannya

Entahlah…pandangan yang mendebarkan

Tanpa sadar tangan ini melambai

Diapun menghampiri

Menunggu harapan itu

Aku tak peduli dengan teori dusta

Aku tak peduli dengan teori generasi

Aku ingin mata itu tersenyum

Hatiku lega

Kegelisahanku lenyap

Tiba tiba dia kembali

Tak kumengerti

Diambilnya tanganku lantas diciumnya perlahan

Penuh rasa hormat

Aku terharu, perasaan yang tak terbeli……

Dan sepanjang jalan aku menangis……….

Me VS Jalan Menuju Kematian

“Global warming”…kata kata yang sekarang trend didengungkan oleh masyarakat dunia. Tapi apa usaha yang telah diperbuat oleh manusia. Ibarat penyakit…mungkin bumi ini sedang mengidap sakit kanker paru paru stadium 3.

Saat ini sangat terasa bahwa bumi makin panas. Bahkan daerah-daerah yang seharusnya sejukpun terasa sangat panas. Kalau kata guru agama mungkin ini adalah tanda-tanda kiamat. Dimana saat ini anak kandung telah berani membunuh ibu kandung sendiri. Ayah kandung menyetubuhi anak kandung. Laki-laki menyerupai wanita dan sebaliknya. Kaum homoseksual dikukuhkan menjadi pasangan. Aurat wanita terumbar kemana-mana. Sedangkan dari versi alam adalah bencana dimana-mana. Tsunami,gempa,badai dan angin ribut seakan berlomba-lomba adu kekuatan.

Kita sibuk mempertanyakan kebijakan Tuhan. Sibuk mempertanyakan dosa yang mana yang membuat Tuhan tak henti hentinya menghukum. Kenapa kita tidak berpikir bahwa ini adalah akibat ulah manusia. Alam hanya melakukan harmonisasi semata. Kalau kata manusia “menjaga keseimbangan.” Mungkin ini cara alam melakukan demo aksi protes atas perbuatan semena-mena manusia.

Hutan yang dibunuh dengan paksa demi uang semata dan kebutuhan manusia akan papan dan kemewahan, perlahan tapi pasti telah membakar paru -paru dunia. Pepohonan di rumahnya sendiri dibabat oleh manusia untuk jalan dan kendaraan bermotor untuk kepentingan manusia. Tak peduli meski pepohonan jugalah yang sekiranya menolong manusia dari sesakan udara beracun karena asap kendaraan, menahan air liar di kaki mereka demi manusia agar terhindar dari bencana banjir. tapi apa balasan manusia? Membabat mereka sampai tak bersisa meskipun hanya sebuah nama.

Itu hanya potret kecil dari kekejian manusia. Itu baru kekejaman kepada satu mahluk Tuhan yang bernama pohon. Bayangan kekejian dan keserakahan manusia setelah hidup di dunia berabad-abad lamanya.

Kiamat pasti akan terjadi. Tetapi mungkin kiamat datang bukan berasal dari amarah Tuhan yang tertumpah. Tetapi datang dari perbuatan manusia itu sendiri. Seperti yang kita ketahui bahwa tanda-tanda kiamat adalah banyak perbuatan tak lazim di bumi seperti pembunuhan atas orang tua kandung oleh anak kandung sendiri, perzinahan dan perceraian
berlomba-lomba, homoseksual yang dihalalkan, bencana terjadi dimana-mana. Dan mungkin perkataan bahwa kelak matahari hanya sejengkal dari atas kepala manusia, tak lain tak bukan adalah efek dari pemanasan global. Dan katanya kemungkin yang paling dahsyat adalah datangnya matahari dari arah barat. Mungkin saja hal ini terjadi karena jalur orbit yang melenceng dari seharusnya. mungkin saja ini akibat alam tak mampu lagi menjalani harmonisasi diri!!!wallahualam.

Saat ini perbuatan manusia di dunia sungguh mempercepat proses kiamat itu sendiri. Dan usaha tanam jutaan pohon hanya menghambat sebentar jalan menuju kematian. sadarkah bahwa bumi sedang menuju tempatnya yang pasti? Tapi lebih baik memperlambat daripada mempercepat kematian ini. Mungkin Indonesia yang memiliki hutan yang kaya dan dianggap sebagai salah satu paru paru dunia harus menodong seluruh negara untuk membiayai kelangsungan paru paru ini daripada sibuk menyiapkan alat-alat untuk berperang.

Me Vs Sinetron Indonesia

Ada kesedihan tersendiri tiap kali saya melihat dan menonton sinetron ala indonesia. Selain cerita yang cuma muter muter disitu dan kurang ada pesan serta maknanya, pemain yang actingnya benar benar seperti acting dan episode demi episode yang selalu kejar tayang.Bahkan kemalasan camera untuk mengambil gambar sehingga kurang gregat.

Lalu saya melihat ke negara negara tetangga kita seperti korea selatan, taiwan bahkan jepang. Dan yang mencegangkan adalah mereka mampu membuat film film ringan dengan ide cerita cinta juga tapi bisa dikemas dengan menawan plus mengharukan. Dimana segala permasalahan ada ending nya satu persatu. Dimana ada tawa dan ada tangis serta kelucuan yang mampu dikemas dalam bentuk kepingan dvd yang bisa diulang -ulang untuk ditonton. Sedangkan kita….tak satupun sinetron kita yang bisa dikemas dalam dvd.Selain ceritanya yang pasti membosankan selain itu males bgt kalo harus nonton 2 atau 3 kali.

Apakah kita pernah ngebayangin kalo sinetron indonesia dibuat berseri seperti beverly hills jaman dulu?atau serial komedi friends…..sanggupkah kita?dimana tiap episode mampu memberikan pesan moralnya masing masing dan cerita habis di satu episode tanpa menyimpang dari cerita secara keseluruhan untuk disambung lagi di episode berikutnya dan bertahan tahunan tanpa ditinggal pengemarnya???

Meski saya bukan pelakon atau pekerja seni tapi tak dipungkiri saya adalah penikmat film. Saya suka semua film mancanegara.Dan kesedihan kembali menaungi mana kala saya tidak bisa menikmati film film dari negara sendiri. Yang kadang basi, kadang tak ada pesan moral apa-apa untuk dicerna. Sekali lagi acting pemain yang beneran acting dan dibuat-dibuat seperti kurang latihan dan lainnya.

Belum lagi budaya jiplak dan ikut-ikutan bangsa ini benar benar sudah mendarah dan mendaging. Wajar saja kalo bangsa ini pemalas. Bahkan ide cerita percintaan pun harus mencontoh negara lain. Tanpa malu-malu artis kita melakoni cerita yang boleh jiplak dari negara lain itu dengan hasil yang jauh dari oke. Tapi giliran kita yang dijiplak ributnya sampai serasa mau gempa bumi. Jadi jangan sewot ketika Malaysia mengklaim lagu-lagu daerah kita adalah milik mereka. Bukankah kita juga biasa seperti itu….

So…kapan yah kita bisa punya film-film serial bermutu dan bagus yang dapat dikemas dalam DVD dan ditonton berkali kali tanpa bosan….in my dreams……

%d blogger menyukai ini: