Sahabat…

Tak terasa puluhan tahun kita bersama

Jutaan tawa telah terderai

Jutaan tangis telah mengalir

Dan jutaan cerita telah terangkai

Kala manis menyatu dalam kepahitan

Kita bertemu dalam tawa yang diiringi airmata

 

Sahabat,

Mungkin kita tak pernah menyadari

Bahwa ada benang merah yang selalu mengikat kita

Saat kau berjalan dijalanmu

Dan aku melangkah dijalanku

Namun tangan kita sungguh bergandengan

Kita tidak bicara dalam bahasa kata

Tapi sungguh hati kita bicara

 

Kita selalu menjadi diri sendiri ketika bersama

Segala amarah dan tawa hanya hiasan belaka

Tak ada rasa iri dan benci diantara kita

Tawamu tawaku, tangismu tangisku….

Lukaku saat melihatmu berduka…

 

Tapi ada suatu waktu aku melihatmu terluka

Kau mengatakan tangismu dalam tawa

Dan aku tertegun

 

Ketegaranmu sesaat menggugahku

kau mampu tertawa saat badai datang

Kau bilang kau belajar dariku

Sahabat, sungguhkah dulu aku setegar itu sehingga kau kerap mengagumiku

Tapi hari ini sungguh aku yang kagum pada kekuaatan senyummu…

 

Sahabat, biar senyum ini menghapus lukamu

Biar candaku meluruhkan sedihmu

Hari itu aku melihatku dalam senyummu

 

Sahabat, semoga benang merah itu terus mengikat kita….

Karena bukankah suatu kebahagiaan jika memiliki sahabat

yang mampu bahagia di atas kebahagiaan sahabatnya

Dan menangis bersama Kala hidup mempermainkan kita

Dan saling mendukung saat satu tersakiti….

 

Sahabat, meski kita tak selalu bersama

Tapi biarlah hati kita selalu bersama dan tak rusak oleh kejamnya dunia, cobaan hidup atau ringannya lidah berkata…

 

Sahabat…aku menyayangimu

 

23 Januari 2012

Dedicated To Ita….